The East, Program TV Favoritnya Jen

 Hola!

Kali ini bahasan saya berbeda dari biasanya hihihi..

Yup, saya mau bahas tentang salah satu program televisi favorit saya, The East.

IMG_5667
The East . (instagram.com/theeast_net)

The East adalah salah satu judul program televisi yang nyeritain tentang keseharian para broadcaster kece-nya NET TV.

Meski telah ditinggal beberapa pemain lama, program yang tayang tiap akhir pekan ini tetap digandrungi pemirsanya, termasuk saya.

Sedih rasanya ketika mendapati satu-persatu pemeran utamanya mundur. Para tokoh dibalik layar terus berupaya menghadirkan sesuatu yang baru agar program ini tetap berjalan. Salah satunya dengan mengentalkan unsur drama dan romansa kedalam jalan cerita, juga menghadirkan tim Karin yang menyebabkan tim Gista memiliki saingan.

Dan kesedihan saya akibat hengkangnya sejumlah nama dari program ini terobati dengan dijadikannya seluruh anggota tim Karin yang mulanya  menjadi main cast, alhasil mereka bakal memiliki banyak scene dan membuat alur ceritanya makin seru.

img_5671-4
Tim Karin. (instagram.com/theeastnet_family)

IMG_5670-5
Beby & Ary (instagram.com/theeast_net)

Di timya Gista, yang saya demenin adalah si cantik Beby (Laura Theux) dan Ary (Swara Andhika) si penggemar drama korea. Ada juga Iren (Sahira Anjani) yang super lugu serta Fajar (Tanta Ginting), camera person yang doyan ngutang sama makan gorengan. Fajar dan Iren adalah karakter favorit saya sejak awal kemunculan acara ini di layar kaca.   

IMG_5674
Iren & Fajar. (instagram.com/theeast_net)

Tingkah laku mereka (khususnya Iren, dia mirip banget sifatnya sama saya :D) tak jarang bikin saya nggak kuasa menahan tawa.
 Nah, bila favorit saya  dari tim Gista adalah empat orang yang telah saya sebutkan di muka, jagoan saya dari tim Karin adalah  Gito (Mike Ethan) yang selalu tepat waktu nyelesain kerjaan dan Clarissa (Twindy Rarasati) yang hobi  banget bahas zodiak. 

IMG_5669
Clarissa & Gito. (instagram.com/theeast_net)

Penasaran dengan tanggapan pemain tentang The East, sebulan  yang lalu saya mencoba  menghubungi Kak Mike Ethan alias Gilang Suprapto alias Gito (buset buanyak banget aliasnya hahaha) via akun sosial medianya buat tanya-tanya sedikit, and he kindly answered my questions. Pengennya sih, saya tanyai satu persatu cast-nya. But, jawabannya Kak Mike  saya rasa sudah bisa mewakili cast lainnya, menuntaskan rasa penasaran saya dan saya berhasil mewujudkan cita-cita saya: jadi reporter. Iya, reporter! Reporter dadakan hahaha.
“Yang bikin aku tertarik adalah karena project The East bukan project seperti ftv atau sinetron, dimana aku disini harus merepresentasikan keadaan dan suasana di kantor NET senatural mungkin.” Terang pria yang hobi memelihara berbagai jenis hewan ini, ketika disinggung mengenai alasannya bergabung dengan The East. 
Saat ditanya mengenai ada atau tidaknya kendala yang dihadapi, Kak Mike bilang hampir tidak menemuinya karena para kru dan lawan main sangat kooperatif.
“…. mungkin ketika momen-momen lucu ditempatkan di Gito, sementara karakter Gito cenderung serius….” Ujarnya.
Untuk mendalami karakter Gito yang berperan sebagai asisten produksi, Kak Mike berusaha mencari tahu dan belajar dari para karyawan NET itu sendiri.
Menurut saya, Kak Mike sukses memerankan karakter Gito yang pintar, agak perfeksionis namun karismatik. Tak hanya Kak Mike, seluruh pemeran lainnya juga berhasil menghidupkan karakter masing-masing.

Salah satunya Kak Swara Andhika dengan perannya sebagai Ary yang juga menjabat sebagai asisten produksi.

Ary yang badannya berotot namun memiliki wajah imut bak aktor korea bikin saya terpesona eh maksudnya makin tertarik untuk mengikuti jalan cerita dari program ini setelah sekian lama vakum nonton karena sibuk.    

IMG_5672-1
Ary. (instagram.com/theeast_net)

Buat saya, kehadiran Ary ketika itu jadi angin segar tersendiri. Ary digambarkan sebagai anak mami yang sedang belajar mandiri, mencari penghasilan sendiri dengan bekerja sebagai asisten produksi di stasiun televisi.

Sayangya, tidak semua pemirsa pro dengan gabungya Ary. Tak sedikit para penggemar setia Mas Andika yang kecewa karena peran Mas Andika digantikan Ary. Akhirnya, Ary ‘resign’ dan Mas Andika kembali. Dan sudah pasti, penggemarnya pada hepi. Namun, ada juga yang sedih karena Ary harus pergi. Yaaaa salah satunya saya sendiri :D.

“…karakter Ary akan ada lagi kalau The East Family dan seluruh penonton menginginkan balik.” Begitu kata Kak Swara dalam pesan langsung yang ditulisnya.

Well, buat saya program ini jadi yang terbaik dari yang terbaik. Dua jempol untuk sutradara, sang produser, para kru, pemain dan juga tentunya NET TV karena telah menyuguhkan sebuah tontonan yang berkualitas, menghibur dan sarat informasi di tengah gempuran tayangan yang kurang mendidik. Tayangan ini sangat bermanfaat bagi saya dan mereka yang memiliki minat yang tinggi terhadap dunia pertelevisian. Salut deh! ๐Ÿ™‚

Patah Hati, Hati Patah

Patah hati

Seorang gadis datang, mengetuk pintu di sore hari. Matanya sembab. Tak seperti biasanya.

Gadis berkulit kuning langsat dan matanya yang berbentuk seperti kacang almond ini sedang mengalami patah hati.

Begitu, katanya.

Bukan karena ditinggal sang pria pujaan. Gadis ini patah hati karena cintanya untuk dirinya sendiri telah ditolak. Ya, ditolak oleh dirinya sendiri!

 Dengan suara parau dan airmata yang terus mengucur deras dari kedua mata yang biasanya memancarkan cahaya indah, gadis ini bertutur mengenai kegagalannya untuk menerima dan mencintai dirinya sendiri. Meski ia mencintai diri sendiri, terkadang dirinya juga merasa bahwa ia tak pantas dicintai. Bahkan oleh dirinya sendiri.

Hati patah

Karena itulah hatinya patah. Ia mematahkan hatinya sendiri dengan menolak untuk mencintai dirinya. Dara berusia dua puluh satu tahun ini bahkan terpikir untuk mengakhiri petualangan di dunia: menjemput kematiannya secara paksa.

Namun, ia urung melakukannya. Ia tahu, jalan yang ditempuhnya di dunia memang tidaklah mudah. Namun, ketidaksiapan dirinya memulai ‘petualangan’ di akhirat pun juga membuatnya ciut.

Akhirnya ia buang jauh-jauh pemikiran yang kotor itu. 

Patah Hati, Hati Patah

Apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya? 

Gadis ini telah kehilangan jati dirinya. Ia telah kehilangan tujuan hidupnya karena suatu peristiwa yang mengguncang jiwanya. 

Hingga yang tersisa hanyalah putus asa. Bahkan ia nyaris saja kehilangan imannya.

Gadis ini sadar, cintanya pada dunia amat membutakannya. Ia merasa berdosa. Gagal menjadi manusia yang baik dihadapan manusia lain juga Tuhannya Yang Esa. Mentalnya yang lemah serta iman yang nyaris surut dari hatinya membuat ia kehilangan rasa percaya diri yang ia punya. Lama kelamaan ia mulai membenci dirinya. Melabeli diri dengan sebutan ‘manusia gagal’. Rasa benci yang terus tumbuh tak dapat Ia cegah. Hingga akhirnya, Ia memutuskan untuk menghentikan itu semua. Ia memutuskan untuk kembali mencintai dirinya, si manusia gagal yang amat ia benci. 

Namun apa daya, itu sulit baginya. Karena ia tetap saja merasakan hal yang sama. Ia tak pantas dicintai, bahkan oleh dirinya sendiri.

Gadis ini terus memintaku untuk membantunya menemukan solusi. Ia ingin kembali mencintai dirinya sendiri dengan sepenuh hati. Apa yang menjadikannya terluka tak mau ia pedulikan lagi. Ia ingin terus maju, menjalani hidupnya sebagai dirinya sendiri. Tak peduli seberapa kerasnya ujian hidup yang menanti. Tak ingin menjadikan kenikmatan hidup yang bisa melalaikannya membuatnya lupa diri.

Ia tak sadar. Ia memang tak menyadarinya. 

Bukan fisik yang indah, harta yang melimpah ruah, atau belahan jiwa yang bisa membantunya meredam rasa lelah. Ia tak memiliki itu semua. Tidak ada.

Ia tak menyadarinya. Gadis kesayangan Ayahnya ini tak menyadari bahwa ia memiliki banyak karunia.

Tuhan, orangtua, keluarga yang menyayanginya, serta orang-orang yang menanti kehadirannya.

Dan satu hal lagi, Tuhan mengaruniainya dengan semangat untuk menjalani hidupnya kembali. Tuhan menyadarkan dirinya, menuntun jiwanya yang rapuh dan menghadirkan semangat dalam dadanya untuk kembali memperbaiki situasi.

Rindu, Ari.

Rindu, Ari.
Rindu.

Rindu, Ari.

Si Jeehan, si kurus ini sedang merindu.

Rindu, Ari.

Yang kemarin belumlah cukup baginya. Ia ingin lebih. Lebih lama bersama kekasihnya.

Rindu, Ari.

Ia rindu. 

Pada belahan jiwa yang bermukim jauh darinya. Ia ingin sekali melihatnya kembali. Dari dekat. 

Ia ingin berkata padanya, bahwa ia amat merindukannya. Dadanya sesak. Dadanya sesak memendam rindu yang lama tak diungkap lewat lisan yang kerap menolak. Menolak mengatakan bahwa Ia amat rindu, Ia amat rindu. Rindu serindu-rindunya.

Inilah rindu, Ari.

Rindu yang terpaksa harus dipendam kembali. 

Karena orang yang ia rindui tak akan pernah kembali.

Senyum Untuk Si Jangkung

Iya.

Hanya senyum. Aku hanya bisa memberinya senyuman.

Ketika Si Jangkung memilih pergi, membalikkan punggung dan meninggalkan aku sendiri, aku hanya bisa memberinya senyuman sebagai hadiah perpisahan.

Inginnya sih, lebih dari itu. Tapi, apa daya aku tidak mampu.

Jadi, senyumanlah yang kupilih. Senyuman yang tentu memiliki arti, yang artinya hanya diketahui olehku, Si Jangkung dan Tuhan kami.

๐Ÿ™‚

Wanita Ini…

Wanita ini…

Dia ingin berbicara padamu.

Bukan tentang apa yang sudah kalian bicarakan di masa yang lalu.

Wanita ini..

Dia ingin berbicara padamu.

Tentang mimpi yang ingin dicapainya bersamamu.

Tentang asa yang ingin diwujudkannya bersama denganmu.

Wanita ini..

Dua tahun lamanya ia mencari keberadaanmu.

Ia menangis, mengkhawatirkanmu yang tinggal nun jauh di negeri seberang. Ia amat takut kau sengsara disana.

Dan ketika kalian bertemu, Ia memberanikan diri untuk menyapamu lebih dulu.

Sayang, dia tak mampu menyampaikan apa yang benar-benar ingin dia sampaikan padamu. Ia kelu. Kaku. Malu.

Baginya, melihat wajahmu, mendengar suara dan tawamu, itu semua sudah lebih dari cukup.

Itu membuat semua egonya luntur. Tak berani ia sampaikan apa yang ingin disampaikannya padamu. Ia tahu, keinginannya itu mungkin saja dapat memisahkan kalian berdua.

Kau tahu..

Wanita ini..

Mencintaimu. Amat mencintaimu.

Dia

Dia.

Tubuhnya tinggi, kulitnya putih pucat, wajahnya tirus, matanya sipit, hidungnya mancung.

Dia.

Pakaian yang menempel di tubuhnya selalu indah. Membuat setiap wanita yang melihatnya ingin memiliki pakaian tersebut.

Dia.

Rambutnya pendek sebahu. Hitam legam berkilauan. 

Dia.

Bibirnya dihiasi gincu merah menyala, membuat penampilannya makin sempurna.

Dia.

Menunggu Pesanย 

Menyebalkan.

Menunggu hampir seharian dengan hati deg-degan.

Menunggu hampir seharian dengan hati deg-degan, kini sudah jadi kebiasaan Jeehan.

Menunggu pesan. Menunggu pesan dari dirinya, si pria pujaan yang tinggal jauh di negeri tempat tinggal aktor tampan Ryu Deok-Hwan.

Berkali-kali ia lihat layar ponselnya untuk memastikan ada atau tidaknya pesan dari sang pujaan

Akhirnya, muncullah ia dengan sebuah pesan pada layar ponsel kesayangan.

“Maaf, Jeehan. Aku ketiduran.”